Langkah Maju Purworejo di Bidang Kesehatan, RSUD dr. Tjitrowardojo Resmi Operasikan Radioterapi LINAC

Langkah Maju Purworejo di Bidang Kesehatan, RSUD dr. Tjitrowardojo Resmi Operasikan Radioterapi LINAC
Langkah Maju Purworejo di Bidang Kesehatan, RSUD dr. Tjitrowardojo Resmi Operasikan Radioterapi LINAC
Langkah Maju Purworejo di Bidang Kesehatan, RSUD dr. Tjitrowardojo Resmi Operasikan Radioterapi LINAC
Langkah Maju Purworejo di Bidang Kesehatan, RSUD dr. Tjitrowardojo Resmi Operasikan Radioterapi LINAC

PURWOREJO – RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo resmi menghadirkan layanan radioterapi dengan teknologi Linear Accelerator (LINAC). Fasilitas tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas akses pengobatan kanker bagi masyarakat Purworejo dan daerah sekitarnya.

Layanan radioterapi diresmikan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, bersama Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H., di RSUD dr. Tjitrowardojo, Selasa (15/9/2026). Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene, pengguntingan pita, serta peninjauan langsung instalasi radioterapi.

Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo, dr. Tolkha Amaruddin, mengatakan kehadiran radioterapi melengkapi layanan penanganan kanker yang sebelumnya telah tersedia, seperti kemoterapi, bedah onkologi, obstetri dan ginekologi onkologi, serta hematologi onkologi.

“Semoga dengan hadirnya layanan ini kita semakin memberikan kemudahan kepada masyarakat dan memberikan harapan hidup yang semakin tinggi kepada penderita kanker, khususnya di Kabupaten Purworejo dan secara umum di kabupaten-kabupaten sekitar,” kata Tolkha.

Pembangunan fasilitas radioterapi telah dipersiapkan selama hampir dua tahun, mulai dari perizinan, pembangunan gedung, instalasi peralatan, hingga persiapan operasional. Sebelum digunakan, fasilitas tersebut menjalani verifikasi oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).

Perwakilan BAPETEN, Made Pramayuni, menjelaskan verifikasi meliputi pemeriksaan pesawat LINAC XHA 14000, pengukuran paparan radiasi, pengujian mekanik dan sistem keselamatan, simulasi dosimetri, alur pasien, serta pemeriksaan dokumen administrasi dan teknis.

Menurut Tolkha, jumlah pasien onkologi terus meningkat. Pada 2022, jumlah pasien tercatat sekitar 1.000 orang, kemudian meningkat menjadi 9.860 pasien pada 2025. Hingga Juni 2026, jumlah pasien telah mencapai sekitar 4.800 orang.

Sebelumnya, pasien yang membutuhkan radioterapi harus dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta atau RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kondisi tersebut membuat pasien dan keluarga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi, tempat tinggal sementara, dan pendampingan selama menjalani terapi.

Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyebut kehadiran fasilitas tersebut sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan.

“Kehadiran fasilitas radioterapi ini merupakan lompatan penting dalam meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan di Purworejo dan sekitarnya,” ujar Yuli.

Ia berharap layanan tersebut memperkuat posisi RSUD dr. Tjitrowardojo sebagai salah satu pusat rujukan penanganan kanker di Jawa Tengah bagian selatan. Yuli juga meminta agar penggunaan teknologi medis diimbangi dengan tenaga kesehatan yang kompeten, pemeliharaan peralatan, serta penerapan standar keselamatan radiasi.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus juga menekankan pentingnya ketersediaan sumber daya manusia dalam penguatan pelayanan kesehatan.

“Menciptakan SDM lebih sulit daripada punya alat,” tegasnya.

Selain radioterapi, pemerintah berencana memperkuat pelayanan kesehatan tingkat pertama melalui pembangunan kembali 1.988 Puskesmas yang kondisinya sudah tidak memadai. Benyamin meminta pemerintah daerah menyiapkan lahan sekitar 3.000 meter persegi untuk mendukung program tersebut. (imron/pwj.kt)